Pages

Tuesday, November 23, 2010

Ekstrak Ikan Gabus/Kutuk Dapat Mempercepat Pemulihan Jaringan Sel Tubuh


Bentuk kepalanya menyerupai ular, sehingga dalam bahasa inggris ikan ini dikenal dengan nama snakehead murrel. Meski mirip ular, ikan gabus tidaklah seseram nama inggrisnya. Ikan gabus di alam banyak ditemukan di sungai-sungai atau perairan umum. Di Indonesia, ikan gabus termasuk jenis yang digemari dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan gabus dijual dalam bentuk hidup, segar maupun diolah menjadi ikan gabus asin, ikan gabus asap, bakso, empek-empek atau kerupuk/kemplang. Ikan gabus kini juga dikembangkan dalam bidang kesehatan karena kandungan albuminnya yang sangat tinggi.

Berdasarkan catatan, pada tahun 2007 tangkapan ikan gabus di perairan umum sebesar 30.300 ton atau turun 2,87% dibandingkan tangkapan tahun 2006 yaitu sebesar31.194 ton. Sebagian besar pasokan ikan gabus yang ada di pasaran berasal dari hasil tangkapan dari perairan umum. Pada kurun 2002-2007 terjadi kenaikan produksi ikan gabus yang berasal dari perairan umum sebesar 2,04% dengan volume tangkapan tertinggi terjadi pada tahun 2004 mencapai 41.014 ton.

Ikan gabus dikenal memiliki kandungan albumin yang sangat tinggi. Albumin merupakan salah satu jenis protein penting yang sangat diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka. Albumin juga berfungsi mempertahankan regulasi cairan dalam tubuh. Bila kadarnya rendah, protein yang masuk ke dalam tubuh akan pecah, dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan, penyerapan obat-obatan yang seharusnya berfungsi menyembuhkan, tak akan maksimal.

Banyak penelitian yang telah menunjukkan khasiat albumin dari ikan gabus. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS pada tahun 2003 menyimpulkan bahwa kandungan albumin pada ikan gabus berpotensi untuk menggantikan serum albumin yang harganya cukup mahal (Rp1,3 juta per 10 ml). Albumin berfungsi dalam pembentukan sel baru dan merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Di dalam ilmu kedokteran, albumin ini dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah, misalnya operasi atau pembedahan.

Manfaat ikan gabus untuk mempercepat perbaikan status gizi juga telah diteliti oleh Dr.dr. Sri Adiningsih, MS, MCN, akademisi dari Universitas Airlangga dan Prof. Dr. dr. Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK, ahli gizi dari Universitas Hasanudin. Untuk meningkatkan asas kepraktisan, Dr. Nurpudji bahkan telah mengembangkan suplemen tersebut dalam bentuk kapsul

2 comments:

iaMz said...

mari kita budidayakan di lampulo :D

aneuklaod said...

haha
lampulo mana bisa ??
di blang bintang lah

Post a Comment