Pages

Tuesday, November 23, 2010

Belut dan Sidat Permintaannya Semakin Meningkat


Tak asing lagi bagi kita untuk mengenali binatang yang satu ini, bentuknya panjang, licin dan tidak memiliki sisik seperti kebanyakan ikan-ikan lainnya. Hidup binatang ini pun berbeda dengan ikan yang kebanyakan hidup berenang di dalam air, binatang ini hidup di dalam lumpur dan banyak keluar di malam hari. Rasanya yang gurih dan penuh gizi membuat belut dan sidat tak hanya diminati masyarakat di dalam negeri, tapi juga luar negeri. Selain sebagai sumber protein yang dianggap sebagai peningkat stamina, belut dan sidat juga diyakini dapat meningkatkan kesehatan dan kekenyalan kulit; menormalkan tekanan darah; mencegah penyakit mata; menguatkan daya ingat serta membantu mencegah hepatitis. Di luar negeri, sentra belut dan sidat terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia, sedangkan sentra belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Belut memiliki kandungan gizi yang cukup baik bagi kesehatan manusia yaitu sebagai sumber energi dan sumber protein. Nilai energi belut 303 kkal/ 100 gr, lebih tinggi dibandingkan dengan nilai energi telur dan daging sapi yang hanya mencapai 162 kkal/100 gr dan 207 kkal/100gr. Sementara itu, kandungan protein belut sekitar 18,4 g/100 gr, lebih tinggi dibandingkan dengan telur yang hanya 12,8 gr/100 gr. Protein pada belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas baik seperti Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga kesetimbangan nitrogen pada orang dewasa, selain itu juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot.
Dalam perdagangan inter-nasional, belut dan sidat tidak dibedakan terutama dalam penggu-naan kode HS (Harmonized System). Berdasarkan kode HS belut dan sidat terbagi menjadi 3 yaitu 0301920000 untuk belut hidup; kode 0302660000 untuk belut segar; dan 0303760000 untuk belut beku. Sementara itu, untuk ekspor belut Indonesia ditujukan ke beberapa negara seperti China, Hongkong, Jepang, Singapura, Taiwan, Korea, Thailand . Pada tahun 2008, volu-me ekspornya sekitar 2.676 ton, meningkat dibandingkan dengan tahun 2007 yang hanya 2.189 ton. Sementara itu, sampai akhir tahun 2009 ekspornya sekitar 4.744 ton meningkat sekitar 77,2 % dibanding-kan tahun 2008. China menjadi produsen utama belut dan sidat yang memasok 70% permintaan dunia. Produsen sidat lainnya selain Indonesia adalah Amerika, Kanada dan Thailand.

Manfaat Konsumsi Udang


Selain rasanya lezat, dan dari berbagai kandungan nutrisinya, ternyata mengkonsumsi udang memiliki beragam manfaat. Mulai dari menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kecerdasan otak, sampai membantu program diet. Berikut uraian lengkap tentang manfaat konsumsi udang:
  1. Menjaga kesehatan kardiovaskular (jantung) karena kandungan asam lemak esensialnya akan menurunkan kolesterol jahat dan mencegah penggumpalan kepingan darah atau ateroskeloris. Sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung.
  2. Memenuhi kebutuhan protein dengan asam amino berprofil lengkap yang mudah diserap tubuh.
  3. Sangat cocok untuk menu diet karena kalori energinya yang rendah.
  4. Memaksimalkan berbagai fungsi organ-organ vital tubuh karena berbagai kandungan vitaminnya.
  5. Sebagai antioksidan yang mampu menjaga kesehatan fungsi kekebalan tubuh, anti radikal bebas penyebab 50 macam penyakit degeneratif dan membantu produksi antibodi dengan kandungan selenium yang sangat tinggi.
  6. Membantu bekerjanya lebih dari 70 macam enzim, hormon, dan proses biosintesa dalam tubuh lainnya dengan kandungan zinc-nya.
  7. Sangat vital untuk kecerdasan dan pertumbuhan anak dengan tingginya vitamin D, B12 dan Omega 3.
  8. Mencegah penyakit darah rendah (anemia) dan berperan dalam pembentukan sel darah merah karena kandungan besi dan zincnya yang tinggi.
  9. Menjaga kesehatan mata dengen kandungan vitamin A.
  10. Menjaga kesehatan kulit dan mencegah penyakit pellagra (kulit burik dan bersisik) dengan kandungan vitamin E (alpha tocopherol) dan niasin yang tinggi.
  11. Menjaga kesehatan tulang, gigi dan sendi dengan kandungan vitamin D, kalsium dan potasium yang tinggi.
  12. Menjaga kesehatan kulit dan mencegah kulit bersisik dengan kandungan vitamin C dan niasin.
Dalam mengkonsumsi udang, sebaiknya dimakan bersamadengan kulitnya. Mengapa ? karena kulit udang mengandung “glucosamine” yang bermanfaat untuk membantu pembentukan tulang rawan pada persendian tulang serta menekan kolesterol jahat. Tulang rawan ini berfungsi sebagai “bantalan” pada persendian tulang. Penipisan atau kerusakan pada tulang rawan akan mengakibatkan nyeri yang hebat pada persendian, yang biasa disebut orang sebagai pengapuran.

Ekstrak Ikan Gabus/Kutuk Dapat Mempercepat Pemulihan Jaringan Sel Tubuh


Bentuk kepalanya menyerupai ular, sehingga dalam bahasa inggris ikan ini dikenal dengan nama snakehead murrel. Meski mirip ular, ikan gabus tidaklah seseram nama inggrisnya. Ikan gabus di alam banyak ditemukan di sungai-sungai atau perairan umum. Di Indonesia, ikan gabus termasuk jenis yang digemari dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan gabus dijual dalam bentuk hidup, segar maupun diolah menjadi ikan gabus asin, ikan gabus asap, bakso, empek-empek atau kerupuk/kemplang. Ikan gabus kini juga dikembangkan dalam bidang kesehatan karena kandungan albuminnya yang sangat tinggi.

Berdasarkan catatan, pada tahun 2007 tangkapan ikan gabus di perairan umum sebesar 30.300 ton atau turun 2,87% dibandingkan tangkapan tahun 2006 yaitu sebesar31.194 ton. Sebagian besar pasokan ikan gabus yang ada di pasaran berasal dari hasil tangkapan dari perairan umum. Pada kurun 2002-2007 terjadi kenaikan produksi ikan gabus yang berasal dari perairan umum sebesar 2,04% dengan volume tangkapan tertinggi terjadi pada tahun 2004 mencapai 41.014 ton.

Ikan gabus dikenal memiliki kandungan albumin yang sangat tinggi. Albumin merupakan salah satu jenis protein penting yang sangat diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka. Albumin juga berfungsi mempertahankan regulasi cairan dalam tubuh. Bila kadarnya rendah, protein yang masuk ke dalam tubuh akan pecah, dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan, penyerapan obat-obatan yang seharusnya berfungsi menyembuhkan, tak akan maksimal.

Banyak penelitian yang telah menunjukkan khasiat albumin dari ikan gabus. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS pada tahun 2003 menyimpulkan bahwa kandungan albumin pada ikan gabus berpotensi untuk menggantikan serum albumin yang harganya cukup mahal (Rp1,3 juta per 10 ml). Albumin berfungsi dalam pembentukan sel baru dan merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Di dalam ilmu kedokteran, albumin ini dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah, misalnya operasi atau pembedahan.

Manfaat ikan gabus untuk mempercepat perbaikan status gizi juga telah diteliti oleh Dr.dr. Sri Adiningsih, MS, MCN, akademisi dari Universitas Airlangga dan Prof. Dr. dr. Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK, ahli gizi dari Universitas Hasanudin. Untuk meningkatkan asas kepraktisan, Dr. Nurpudji bahkan telah mengembangkan suplemen tersebut dalam bentuk kapsul

Pembudidaya Ikan Cupang NTB

Ikan hias adalah salah satu komoditas perikanan budidaya yang cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium maupun kolam. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia seperti jenis rainbow yang banyak ditemukan di Papua dan Sulawesi kemudian Corydoras atau Botia yang banyak ditemukan di daerah Sumatera, arwana yang banyak ditemukan di daerah Papua dan Kalimantan serta masih banyak lagi jenis yang lainnya. Dari sekian banyak jenis ikan hias, belum semuanya dapat dibudidayakan.

Ikan cupang adalah ikan hias yang sangat dikenal oleh masyarakat, Dalam sejarahnya ikan cupang dahulu sekali hanyalah ikan yang hidup di daerah persawahan. Tapi sekarang sudah sangat berbeda dari bentuk aslinya dahulu, karena ikan cupang sudah bermutasi menjadi ikan yang lebih cantik & menarik. Ikan cupang di Indonesia di kenal dan di pelihara oleh sebagian masyarakat Indonesia sejak tahun 1960-an dan lebih banyak dikenal sebagai ikan cupang sawah. waktu itu ikan cupang penggemarnya hanyalah anak-anak dan belum diminati oleh hobiis ikan hias.

Ikan cupang merupakan jenis ikan hias yang cukup mudah dibudidayakan, dalam pembudidayaanya cupang tidak memerlukan lahan yang luas dan kualitas air yang cukup baik, bahkan kaleng kaleng bekas cat cukup digunakan sebagai sarana pemijahan ikan cupang, untuk pembesarannya cukup menggunakan ember yang agak besar, ataupun menggunakan akuarium, pakan untuk burayak cukup menggunakan pakan alami yang relatif mudah didapatkan seperti kutu air dan jentik nyamuk.

Sederhananya teknologi dalam membudidayakan cupang, menarik minat pembudidaya ikan di Nusa tenggara Barat (NTB) untuk turut membudidayakannya sebagai penghasilan tambahan. Budidaya ikan cupang di NTB yang sempat dikunjungi ada di KAB. Lombok Barat tepatnya di kampung sigerongan. Pada dasarnya kampung ini penduduknya rata-rata membudidayakan ikan konsumsi,seperti nila, lele ato gurame tetapi, mereka memiliki sampingan membudidayakan ikan hias dan yang paling banyak adalah ikan cupang, jenis ikan cupang yang dibudidayakan di kampung ini tergolong masih tradisional,, kebanyakan dari jenis slayer ato kumpai, cara budidayanya pun masih sederhana, ikan dewasa yang dianggap sudah cukup matang di campur dalam wadah bekas kaleng cat, setelah dua hari ikan-ikan tersebut akan bertelur dan dua hari kemudian telur akan menetas dan menjadi burayak, burayak hanya disebar di kolam tanah yang dangkal dan agak luas dan diberi eceng gondok yang agak banyak supaya pakan alaminya tumbuh, setelah berumur dua minggu baru diberi cacing sutra sampai burayak-burayak tersebut siap di jual.

Disamping kesederhanaan pembudidayaan ikan cupang tersebut, ternyata budidaya ikan cupang, telah memberikan banyak manfaat bagi pembudidaya di kampung sigerongan Lombok Barat, karena waktu luang yang mereka miliki dalam mengusahakan ikan konsumsi dapat digunakan untuk membudidayakan ikan cupang, bukan itu saja budidaya ikan cupang juga memberikan kegiatan tambahan bagi istri pembudidaya, yang pada akhirnya akan memberikan tambahan penghasilan bagi pembudidaya, berikut sedikit dokumentasinya.

Monday, November 22, 2010

Mengenal Spirulina


APA ITU SPIRULINA?
Spirulina adalah tumbuhan Mikro Ganggang yang telah hidup sejak 3,6 milyar tahun yang lalu. Spirulina merupakan sumber nutrisi alami yang paling lengkap dibandingkan dengan sumber nutrisi lain yang pernah ada. Spirulina adalah sumber nutrisi 100% alami dan merupakan makanan yang bersifat alkali. Agar tubuh tetap sehat, sangat penting bagi kita untuk mengkonsumsi makanan sehari-hari dengan proporsi seimbang antara 80% makanan ber-alkali dan 20% makanan bersifat asam.

SPIRULINA MEMPUNYAI BEBERAPA KELEBIHAN:
  • Menstabilkan jumlah sel-sel darah merah, sel-sel darah putih dan hemoglobin.
  • Memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh.
  • Mengurangi efek samping terhambatnya produksi stem sel, (sel-sel penghasil sel darah)
  • Mengurangi efek yang tidak baik dari kemoterapi, seperti kepala pusing, tidak nafsu makan, sukar tidur, mual muntah, tenggorokan kering ataupun nervous

Budidaya Ikan Air Tawar


Budidaya ikan air tawar merupakan usaha yang menjanjikan keuntungan. Salah satu tempat budidaya adalah di Waduk Cirata, Cianjur, Jawa Barat. Di tempat ini dilakukan mulai dari pembibitan hingga pembesaran ikan.

Budidaya ikan nila dan ikan mas menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan ikan air tawar lainnya. Karena itu, ikan nila dan ikan mas menjadi primadona.

Di pasaran, harga ikan nila merah sekitar Rp 9 ribu per kilogram. Ikan nila dipasarkan dalam keadaan mati dan dibekukan dengan menggunakan es balok. Sedangkan ikan mas dipasarkan dalam keadaan hidup dengan dimasukkan kedalam kantong plastik yang diberi oksigen.

Keberhasilanya ditentukan oleh faktor lingkungan. Tanah liat atau lempung sangat baik untuk pembuatan kolam. Demikian pula untuk tanah beranjangan atau terapan dengan kandungan liatnya 30 persen.

Kedua jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor. Faktor lingkungan dapat berpengaruh terhadap cita rasa ikan, misalnya bau tanah atau lumpur.

Hal lain yang sangat penting diperhatikan dalam budidaya ikan air tawar adalah mutu air. Sumber air bisa berasal dari air sungai, hujan, atau tanah.

Mutu air yang diperlukan untuk budi daya ikan air tawar haruslah memenuhi beberapa persyaratan berikut: oksigen terlarut sekitar 5-6 ppm, karbondioksida terlarut kurang dari 25 ppm, pH antara 6,7-8,6, suhu 25-30oC dengan perbedaan suhu antara siang dan malam tidak lebih dari 5oC, serta tidak tercemar bahan kimia beracun, minyak, atau limbah pabrik.

Air yang terlalu keruh tidak baik untuk kehidupan ikan karena endapan lumpurnya terlalu tebal dan pekat, sehingga dapat mengganggu penglihatan ikan dalam air dan menyebabkan nafsu makannya berkurang. Semakin banyak dan beragam biota air yang terdapat di dalam perairan, semakin tinggi tingkat kesuburannya.

Budidaya ikan air tawar lebih mudah dibandingkan dengan ikan air laut. Sebagai contoh ikan mas, sangat mudah sekali dilakukan karena toleransi terhadap lingkungan sangat tinggi. Meski demikian, dalam kenyataannya perkembangan ketersediaan dan konsumsi ikan air laut lebih besar daripada ikan air tawar.

Kendala utama budidaya ikan air tawar adalah diperlukan waktu dan biaya yang cukup tinggi. Komponen biaya meliputi: persiapan kolam, pemilihan induk, pemijahan, penetasan, dan pendederan. Biaya lain yang dianggap cukup tinggi adalah untuk pakan dan pemeliharaan terhadap hama dan penyakit ikan.

Namun, ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah mengalami kerusakan. Berbagai jenis bakteri dapat menguraikan komponen gizi ikan menjadi senyawa-senyawa berbau busuk dan anyir, seperti indol, skatol, H2S, merkaptan, dan lain-lain.

Beberapa bakteri patogen, seperti Salmonella, Vibrio, dan Clostridium, sering mencemari produk perikanan. Ini menjadi resiko tersendiri dalam budidaya ikan air tawar.

Beberapa faktor penyebab kerusakan ikan air tawar adalah:

1. Kadar air cukup tinggi (70-80 persen dari berat daging) yang menyebabkan mikroorganisme mudah tumbuh dan berkembang biak.

2. Secara alami, ikan mengandung enzim yang dapat menguraikan protein menjadi putresin, isobutilamin, kadaverin, dan lain-lain, yang menyebabkan timbulnya bau tidak sedap.

3. Lemak ikan mengandung asam lemak tidak jenuh ganda yang sangat mudah mengalami proses oksidasi atau hidrolisis yang menghasilkan bau tengik.

4. Ikan mempunyai susunan jaringan sel yang lebih longgar, sehingga mikroba dapat dengan mudah mengggunakannya sebagai media pertumbuhan.